Mobil Listrik Kian Masif, Sudahkah Proteksinya Adaptif?

tob insurance27 Jul 2026
Mobil Listrik Kian Masif, Sudahkah Proteksinya Adaptif?

Mobil Listrik Kian Masif, Sudahkah Proteksinya Adaptif?

Penjualan mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan Battery Electric Vehicle (BEV) meningkat dari 38.962 unit pada Januari–Juni 2025 menjadi 69.739 unit pada periode yang sama di tahun 2026. Artinya, terjadi lonjakan sekitar 78,9% hanya dalam waktu satu tahun.

Mobil listrik kini bukan lagi sekadar inovasi masa depan. Kendaraan ini sudah menjadi bagian dari mobilitas masyarakat Indonesia.

Namun, ada satu hal yang sering terlupakan.

Meski tidak menggunakan bensin, risiko berkendara mobil listrik tetap sama seperti kendaraan konvensional. Penyebab kecelakaan di jalan raya masih didominasi oleh faktor manusia, seperti:

  • Menggunakan ponsel saat mengemudi.
  • Mengantuk di perjalanan.
  • Kurang fokus.
  • Tidak menjaga jarak aman.

Teknologi kendaraan boleh berubah, tetapi kondisi jalan tetap penuh dengan ketidakpastian.

Selain itu, mobil listrik memiliki karakteristik yang berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Komponen seperti baterai tegangan tinggi, sistem kelistrikan khusus, sensor canggih, dan perangkat lunak kendaraan membuat proses penanganan kerusakan menjadi lebih kompleks.

Karena itulah, asuransi mobil listrik juga harus berkembang mengikuti teknologi kendaraan yang semakin modern. Penilaian risiko, proses klaim, hingga perbaikan membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia, perlindungan yang tepat menjadi bagian penting dari kepemilikan kendaraan.

Ingin mengetahui solusi perlindungan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Kunjungi website tob Insurance atau hubungi Customer Care tob Insurance di (021) 3117-8000 maupun WhatsApp 0823-7035-1000 untuk informasi lebih lanjut.